JAKARTA - PT Forza Land Indonesia Tbk berencana akan menerbitkan surat utang Medium Term Note (MTN) senilai Rp300 miliar. Dana tersebut akan digunakan perseroan untuk mengembangkan proyek-proyek pembangunan apartemen yang tengah digarap.

"Kebutuhan modal kerja kita pada tahun depan sekitar Rp300-an miliar. Selain dari hasil MTN, sebagian dana modal kerja disumbang dari sebagian dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (initial public offering/IPO) yang kita laksanakan pada tahun ini," Direktur Independen Forza Land Indonesia Patris Jasur di Energy Building, Jakarta, Rabu (16/11/2016).

Patris menjelaskan, nantinya MTN yang akan diterbitkan akan diserap seluruhnya oleh Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT). Namun dirinya tidak sempat mengungkapkan perusahaan apa yang akan menyerapnya.

"MTN yang akan kita terbitkan itu nanti akan diserap oleh RDPT. Untuk RDPT saat ini sudah di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," imbuhnya.

Diperkirakan penerbitan MTN tersebut akan dilakukan pada tahun ini. Sering dengan rencana perseroan melakukan initial public offering (IPO) yang akan dilakukan pada 15 Desember 2016.

"Kita targetkan MTN ini mungkin akan lebih cepat dari pelaksanaan IPO," tambahnya.

Dana hasil MTN tersebut rencananya akan digunakan untuk mendukung pengembangan properti seperti ONE Azura yang terletak di Serpong Tangerang, ONE Velbvet (Alam Sutera, Tangerang), ONE Ungasan (Bali), dan ONE Uluwatu (Bali).

"Untuk ONE Azure di targetkan selesai pada tahun 2018, ONE Velvet pada 2019, ONE Ungasan pada 2020, dan ONE Uluwatu akan kelar pada tahun 2019," pungkasnya.

Forza Land Indonesia {Pede} Kantongi Rp2 T dari Penjualan 3 Apartemen Ini PT Forza Land Indonesia Tbk telah mulai mendulang penjualan dari 3 proyek apartemen yakni One Casablanca di Jakarta, One Azure Serpong Tangerang dan One Velvet Alam Sutera Tangerang.

Direktur Independen Forza Land Indonesia Patris Jasur mengakui, untuk penjualan dari ketiga apartemen tersebut ditargetkan tahun ini mencapai Rp105-106 miliar dengan target laba bersih sebesar Rp2-3 miliar.

"Rp105-106 miliar itu sebenarnya yang bisa diakui. Artinya persentase penyelesaian penjualan," tuturnya.

Patris mengatakan, sebenarnya potensi penjualan dari ketiga apartemen tersebut bisa mencapai Rp2 triliun. Akan tetapi hal itu belum bisa dimasukan dalam proyeksi laporan keuangan sebab belum bisa diakui meski sudah terjual.

"Sebetulnya penjualan kita sudah ada, cuma kita belum bisa akui karena harus ada presentase penyelesaian. Walaupun kita sudah terima penjualan banyak kalau misalnya presentase penyelesaian baru 20% ya 20% yang bisa kita serap," imbuhnya.

Pihaknya yakin penjualan dari tiga apartemen tersebut akan terserap pada 2017. Sebab permintaan dari pasar properti sedang melesu.

"Itu sengaja kita keep dulu, karena kita mau setelah properti rebound baru kita lepas awal tahun," pungkasnya.

17 February 2017

PT Forza Land Indonesia Tbk, akan segera melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO).

Read More

17 February 2017

PT Forza Land Indonesia Tbk tengah menyelesaikan beberapa proyek pembangunan apartemen di beberapa wilayah 

Read More

17 November 2016

PT Forza Land Indonesia Tbk (FLI) akan melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/ IPO) dengan melepas 312,5 juta lembar saham

Read More

07 November 2016

Forza Land yang baru saja melakukan penawaran saham perdana sebanyak 312,5 juta lembar saham, berencana ekspansi ke Kalimantan.

Read More

28 September 2016

PT Megah Satu Properti (Forza Land) dan PT Bintang Auto Global berencana melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada kuartal IV-2016.

Read More

30 June 2015

Setelah sukses membangun hunian kelas premium ONE Casablanca Residence di Jakarta Selatan, Forza Land memulai pembangunan apartemen One Azure.

Read More